Cara Membuat Logo dan Kartun Menggunakan Corel Draw Sangat Mudah

Cara Membuat Logo dan Kartun Menggunakan Corel Draw Sangat Mudah – Corel DRAW adalah perangkat lunak komputer yang dikembangkan oleh Corel Corporation. Perusahaan tersebut adalah perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Ottawa, Kanada.

Cara Membuat Logo dan Kartun Menggunakan Corel Draw Sangat Mudah

Sumber : qerdus.com

signaturebar – Jika dipahami secara umum, fungsi dari CorelDRAW adalah mengolah gambar. Dengan berbagai keunggulan Corel DRAW maka tidak heran software ini banyak digunakan dalam penerbitan, percetakan dan berbagai jenis bidang lainnya yang membutuhkan pengolahan visual.

Melansir glints.com, Corel Draw adalah software desain berbasis vektor yang digunakan untuk membuat gambar dua dimensi. Seperti logo, brosur, kartu undangan dan berbagai desain vektor berbasis garis. Corel Draw dapat digunakan untuk pelajar, desainer grafis profesional, dan ilustrasi teknis.

Sebelum kamu membuat Desain Grafis logo pada aplikasi Corel Draw kamu harus memahami

Sumber : salamadian.com

1. Title Bar, adalah area yang menampilkan judul atupun nama file yang saat anda buat
2. Menu Bar, adalah Area yang berisi menu Menu tersebut berisi perintah yang dikelompokkan berdasarkan kategori, yaitu: file, edit, display, layout, organisasi, efek, bitmap, teks, tabel, tool, window, dan help.
3. Property Bar, adalah bagian ini yang berisi alat aktif yang akan muncul ketika pengguna mengklik alat tertentu atau membuat objek tertentu. Oleh karena itu, bilah properti adalah variabel, dan berbeda dari satu alat ke alat lainnya.

Misalnya, jika pengguna mengeklik alat “Rectangle”, Property Bar yang ditampilkan tersebut adalah perintah yang terkait dengan alat tersebut.
4. Control Windows, adalah seperangkat tombol, digunakan untuk mengontrol tampilan jendela CorelDraw atau jendela “menggambar”, jendela tersebut terdiri dari “meminimalkan”, “memaksimalkan”, “memulihkan”, dan “menutup”.

Di CorelDraw X7 versi terbaru, fitur ini telah dihilangkan. Sebagai gantinya, pengembang menambahkan fitur baru yang disebut “navigasi tab”, yang memudahkan pengguna untuk berpindah ke file lain.
5. Toolbox, adalah bagian utama alat yang digunakan untuk membuat, mengisi dan memodifikasi objek atau gambar di Corel Draw.
6. Drawing Window, adalah area yang digunakan membuat atau memodifikasi objek yang ada diluar area halaman.
7. Drawing Page, adlalah area lembar kerja persegi panjang dengan ukuran yang dapat disesuaikan, yang mengacu pada ukuran kertas standar, di mana objek gambar dari area tersebut dapat dicetak.
8. Toolbar / Standar Bar, adalah alat yang berisi ikon yang memiliki fungsi tertentu, dan untuk akses perintah maupun alat.
9. Ruler, adalah batas antara horizontal dan vertikal yang digunakan untuk menentukan ukuran dan posisi gambar.
10. Color Palette, adalah bagian yang digunakan langsung mewarnai objek atau teks warna yang berisi warna default.
11. Document Navigator, adalah area di pojok kiri bawah jendela gambar yang berisi pengontrol yang digunakan untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya.
12. Status Bar, menunjukkan status objek aktif, posisi kursor di jendela, dan warna yang digunakan pada objek.
13. Navigator, adalah tombol di pojok kanan bawah jendela gambar akan membuka jendela gambar dan menampilkannya dalam ukuran kecil.

Baca juga : Cara Membuat Design Grafis Menggunakan Canva Gratis

Berikut Cara Membuat Desain Grafis Logo Pada Corel Draw

Sumber : youtube.com

1. Langkah pertama kamu harus menginstal Corel Draw. Tentunya sebelum Anda mengetahui cara membuat logo, Anda harus terlebih dahulu menginstall software tersebut. Caranya sangat sederhana.

Anda hanya perlu mengunjungi website CorelDraw dan memilih versi software yang tersedia. Saat ini, ada versi CorelDRAW Graphics Suite 2020, CorelDRAW Standard 2020, CorelDRAW Essentials 2020 dan CorelDRAW App Store untuk Windows dan Mac.

Tentukan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda, dan kemudian Anda dapat mencobanya secara gratis sebelum membeli versi lengkapnya. Pada artikel ini pembuatan logo dilakukan menggunakan CorelDRAW Graphics Suite 2020 for Windows.

2. Untuk langkah kedua adalah membuat dokumen baru. Setelah menginstall software, saat ingin membuat logo di coreldraw, langkah selanjutnya yang harus dilakukan tentunya membuat dokumen baru.

Kamu bisa melakukannya dengan cara Klik File ? New, lalu setel preset ke RGB default (merah, hijau, dan biru), dan set rendering intent ke 300. Setelah itu klik OK.

3. Langkah ketiga kamu akan menentukan ukuran halaman. Anda bisa menentukan ukuran apapun sesuai dengan kebutuhan logo. Namun pada tutorial ini ukuran halaman yang dipilih adalah 40 x 40 cm.

Ini sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan akan logo yang dibuat oleh Glints. Jika Anda tidak yakin dengan ukuran halaman, Anda tidak perlu bingung, Anda masih dapat mengubahnya saat memproses pembuatan logo.

4. Langkah keempat kamu bisa membuat guide line. Guide line adalah salah satu elemen terpenting saat membuat logo. Alasannya, pedoman tersebut dapat membantu Anda menemukan titik tengah halaman.

Untuk membuatnyakamu bisa melakukan dengan mempilih Menu Layout ? Page Layout ? Guidelines. Klik kotak “Kriteria Tampilan” di kolom “Tampilan” dan pindah ke kolom “Horizontal”.

Masukkan titik tengah halaman (Glints menggunakan halaman berukuran 40 x 40 cm, jadi titik tengahnya adalah 20 cm). Sesuaikan satuan ukuran (cm, piksel, dll.) Dan jangan lupa untuk menyertakannya juga di kolom “Vertikal”.

5. Langkah kelima kamu bisa memulai membuat bentuk awal. Oleh karena itu, cara membuat logo di CorelDRAW selanjutnya sangat mudah. Anda hanya perlu memutuskan bentuk apa yang akan digunakan.

Di sini, Glints bisa menggunakan Ellipse Tool (F7) untuk membuat logo yang berbentuk bulat. Anda dapat menggunakan alat bentuk lain seperti alat “Poligon”, “Rectangular”, “Artistic Media”, dan “Freehand tool”.

6. Langkah keenam kamu akan memposisikan bentuk logo tersebut. Langkah selanjutnya adalah menempatkan bentuk sesuai kebutuhan. Untuk mendapatkan bentuk yang sama, cukup klik bentuk awal dan tekan Ctrl + C untuk menyalin bentuk.

Gunakan Ctrl + Shift + C untuk memperbanyak bentuk sehingga Anda bisa membuat pola berulang dari bentuk aslinya. Panduan yang dibuat sebelumnya benar-benar dapat membantu Anda menempatkan berbagai bentuk di halaman ini.

7. Kemudian langkah ketujuh akan mewarnai bentuk yang dibuat. Cara menghidupkan logo di CorelDRAW adalah dengan menambahkan warna pada bentuk yang telah dibuat. Klik Interactive Fill Tool (G) dan arahkan kursor ke atas bentuk yang ingin Anda warnai.

Kemudian, klik “Isi Warna” pada bilah properti. Anda dapat memilih warna dari penampil warna, penggeser warna, dan palet warna. Variasi warna dan palet warna tersedia bermacam-macam, sehingga Anda dapat memilih warna dengan lebih mudah.

8. Langkah kedelapan kamu bisa menambahkan tulisan tulisan yang menarik. Langkah selanjutnya adalah menambahkan teks, nama perusahaan dan singkatan atau motto nya. Klik alat teks (F8) di kotak alat di sebelah kiri, dengan ikon, seperti huruf “A”.

Font yang digunakan dalam logo biasanya ditentukan oleh perusahaan, bisnis, atau merek apa pun. Ini karena logo merupakan representasi visual dari merek tersebut.

Anda harus benar-benar menampilkan nama perusahaan, sehingga orang tidak hanya akan melihat gambarnya. Meski begitu, semua ini bisa disesuaikan dengan uraian singkat yang diberikan oleh pelanggan atau perusahaan.

9. Langkah selanjutnya kamu bisa membuat berbagai macam variasi. Saat membuat logo di CorelDRAW, berbagai perubahan dapat dilakukan. Anda hanya perlu menyimpan logo dengan membuka File ? Save or Save As.

Setelah itu, lakukan lagi langkah-langkah di atas dan sesuaikan dengan perubahan yang diperlukan. Sesuaikan dengan merek atau logo perusahaan, lalu buat varian yang bisa mewakili logo tersebut. Anda dapat mengubahnya sesuai dengan bentuk, posisi, dan warna bentuk.

Posisi font pada logo dan ukurannya dapat menentukan penampilan merek. Setelah berhasil membuat logo di CorelDRAW, Anda bisa langsung mengunggah karya Anda ke platform portofolio online yang didesain khusus untuk desainer grafis. Selain membuat logo, ada banyak skill lain yang penting bagi desainer.

Setelah Membuat Logo Anda Juga Dapat Membuat Animasi Kartun di Corel Draw

Sumber : brainly.co.id

1. Langkah pertama kamu bisa membuka Aplikasi Corel Draw. Buka Corel Draw saya menggunakan versi X6 untuk teman-teman yang menggunakan X6 ke bawah. Anda tidak perlu khawatir apakah alat yang ingin Anda gunakan sama. Kemudian pilih File-New atau gunakan tombol pintas Ctrl + N.

2. Langkah kemudian, jendela “Buat Dokumen Baru” akan muncul, meminta Anda untuk menentukan “Nama File”, “Ukuran Lembar Kerja”, “Mode Warna”, dan “Resolusi Rendering”. Untuk nama file, ukuran lembar kerja, Anda dapat dengan bebas memilihnya. Namun perlu diperhatikan pilihan color mode nya.

Untuk yang hanya ingin mengupload hasilnya ke sosial media atau blog silahkan gunakan mode warna RGB, bagi yang ingin print hasil karyanya dalam bentuk harddisk. file (sablon kaos), kertas foto, dll.) menggunakan mode warna CMYK. Lalu klik OK.

3. Langkah ketiga, minimize Corel Draw Anda untuk memilih foto yang akan dijadikan vektor kartun. Klik dan tahan foto pilihan Anda, lalu seret ke CorelDraw. Untuk membuat foto di tengah lembar kerja, tekan P (Catatan: Bagi yang sedang belajar, sebaiknya gunakan foto close-up frontal beresolusi tinggi).

4. Langkah selanjutnya adalah opsional, teman bisa melamar atau tidak melamar. Untuk mengubah foto menjadi bitmap, langkah-langkahnya adalah klik foto, lalu klik menu “Bitmaps” – “Convert to Bitmap”.

Maka akan muncul jendela “Convert to Bitmap”, masukkan pengaturan seperti gambar di bawah ini. Tujuan dari langkah ini adalah agar foto tidak terlalu rusak / kotak kotak saat di zoom, dan untuk mengurangi beban kerja PC.

5. Sekarang kita akan memasuki fase “Tracing”. Untuk tracing, Anda dapat menggunakan berbagai alat, termasuk: alat pena, alat kurva Bézier dan alat kurva 3 point curve tool.

6. Kita menggunakan 3 point curve tool. Klik, lalu seret ke titik tertentu, lalu lepas klik, lalu arahkan mouse / touchpad ke kanan, kiri, atas, dan bawah untuk membentuk kurva, klik lagi untuk mengakhiri. Jadi jika kita salah memindahkan gambar, gambar tidak akan berpindah kemana-mana, silahkan klik kanan pada gambar-kunci objek tersebut.

7. Langkah selanjutnya akan mentracing bagian krudung. Pilih hasil tracing jilbab dengan mengarahkan mouse pada area kosong, lalu klik dan seret hingga dua objek (“kerudung luar” dan “batas kerudung dengan wajah”) dipilih.

Sebuah menu muncul, pilih “Potong” untuk memotong benda luar (hasil pelacakan jilbab) dengan benda dalam (batas muka). Setelah pemangkasan, Anda dapat memindahkan objek ke dalam, tetapi jangan dihapus terlebih dahulu, objek di dalam dapat digunakan sebagai dasar untuk permukaan pelacakan.

8. Sekarang, kami akan menambahkan beberapa detail ke objek Veil di bagian atas. Anda dapat melakukan ini dengan melacak lipatan kerudung dan membuatnya lebih gelap.

Untuk mempermudah menggambar, Anda dapat menggunakan alat “Weld Tool” untuk menggabungkan objek yang dilipat oleh kerudung menjadi satu. Caranya tahan tombol Shift, lalu klik objek yang ingin Anda gabungkan, dan terakhir klik “Weld”.

9. Jika ada benda terlipat kerudung yang melebihi benda luar (benang muka), Anda tidak perlu menghapusnya, Anda bisa menggunakan “Alat Persimpangan”. Caranya klik objek luar (hasil menutupi layar), lalu tahan tombol Shift, klik objek yang akan dipotong, lalu pilih “Intersect Tool”, lalu pilih objek yang akan dipotong, dan kemudian hapus dengan menekan tombol Hapus.

10. Tambahkan lebih banyak detail ke kerudung dengan membuat bentuk di sekitar lipatan yang Anda buat sebelumnya. Kemudian, gambar bagian bawah kerudung dengan warna yang lebih terang dari bentuk yang Anda buat sebelumnya agar lebih mudah mengekstrak warna dari bentuk menggunakan “alat pipet warna”.

Lalu isi warna tersebut ke dalam bentuk dasar bentuk. kerudung. Caranya klik CET tool (“Color Eyedropper Tool”) untuk menunjuk ke detail bentuk kerudung, lalu klik, lalu ke bentuk dasar jilbab, klik lagi untuk mewarnai.

11. Untuk mencerahkan warna, klik pada bentuk kerudung dan tekan Shift dan F11 secara bersamaan, atau klik dua kali kotak di sebelah ikon “isi” di sudut kanan bawah Coreldraw teman Anda.

Di jendela “Uniform Fill”, pindah ke kolom “Models”, lalu tambah kotak kecil di kotak diagram warna tersebut untuk mendapatkan warna yang lebih terang, lalu klik “OK”.

12. Untuk daerah wajah kita mulai dengan alis. Saya masih menggunakan kurva 3 titik untuk pelacakan, klik pada kurva 3 titik, klik dan tahan mouse saat berpindah ke titik lain, lepaskan klik dan gerakkan penunjuk ke kanan, kiri, atas atau bawah untuk menyesuaikan kelengkungan , sekali lagi Klik untuk mengakhiri.

13. Jangan lupa untuk mengkombinasikan objek dengan tool “Welding”, caranya klik salah satu hasil pelacakan Allis, tahan Shift dan klik hasil eyebrow tracking yang lain, lalu pilih “Welding”.

Sesuai keinginan teman, kami menggunakan warna hitam. Sekarang kita mulai dengan mata, dan bagian pertama yang ingin kita lacak adalah kelopak mata. Jangan lupa untuk mengelompokkan objek tersebut dengan “Weld Tool” lalu beri warna.

14. Pada langkah selanjutnya, kita akan metracing bagian putih pada mata untuk memastikan bahwa bagian ini sesuai dengan ukuran kelopak mata Anda dapat menggunakan “Shape Tool” untuk menyesuaikan lekukan yang Anda buat.

Sekarang gambar bagian hitam mata dan gunakan alat “elipse tool”. Sesuaikan ukuran dan bentuk untuk mengikuti foto asli, dan juga buat salinan lingkaran yang lebih kecil untuk menghasilkan warna retina.

Baca juga : Cara membuat slideshow dari Google Foto atau Google Drive

Anda dapat menggunakan Ctr C untuk menyalin dan menekan Ctrl V untuk menempelkan, atau untuk memperkecil lingkaran terluar / terbesar, lalu lepaskan klik kiri, dan klik kanan terlebih dahulu. Kelompokkan semua lingkaran yang Anda buat sebelumnya dengan memilih semua lingkaran dan menekan Ctrl G.

15. Sekarang kita akan memotong lingkaran tadi agar pas dengan bagian putih mata, caranya klik bagian putih mata dan tahan Shift sambil mengklik grup lingkaran tadi.

Klik “Intersect Tool” dan kemudian klik “Delete” untuk menghapus lingkaran di luar bagian putih mata. Sekarang saatnya mewarnai, gunakan Ctrl U untuk memisahkan lingkaran. Lakukan hal yang sama untuk pelacakan mata lainnya.

16. Selanjutnya akan mentracing bagian hidung. Ini adalah bagian yang lebih sulit, yaitu mulut. Pertama, kita akan membuat akar mulut. Alat pelacak kedua. Jejak bibir ketiga. Pertama jiplak bibir terluar, lalu tambahkan beberapa bentuk untuk menambahkan detail.

17. Kita sudah sampai pada tahap terakhir yaitu pewarnaan wajah dan shading, proses ini menentukan kemiripan antara vektor kartun dengan foto aslinya. Ada dua metode pewarnaan, yang pertama menggunakan mata telanjang untuk melacak bayangan wajah atau kurva wajah, dan yang kedua adalah menggunakan efek Posterize di CorelDraw atau Photoshop.

Kami akan memperkenalkan metode kedua. Cara memberikan efek posting adalah sebagai berikut: Klik foto asli – pilih menu Effects di menubar – Transform – Posterize.

18. Sistem akan meminta Anda untuk menentukan level posterize, pertama kita akan menggunakan level 3. Prinsipnya, saat menentukan perbedaan warna antara warna gelap dan terang, efek posterization digunakan sebagai acuan kita. Pertama, kami akan melacak warna paling gelap dan meletakkannya di poster di foto kami.
19. Warna paling gelap adalah abu-abu di sekitar pipi dan mata. Warna kedua bisa disebut warna primer karena menyumbang hampir 75% dari warna dominan. Teman tidak perlu repot menggambar, cukup tambahkan warna pada bentuk dasar wajah.

20. Warna ketiga adalah warna yang lebih terang dari warna dasar. Pertama, hapus warna pada “base front” dengan cara klik kotak putih dengan tanda silang. Warna terakhir adalah warna yang paling terang, sobat bisa menggunakan warna putih.

21. Untuk menggabungkan hasil pelacakan wajah dan jilbab, pertama-tama pilih semua objek di hasil pelacakan, lalu tekan Ctrl G untuk mengelompokkan hasil pelacakan wajah, dan lakukan langkah yang sama untuk hasil pelacakan jilbab.

Klik pada objek pelacakan wajah, lalu arahkan kursor ke node wajah atas. Klik dan tahan node, lalu seret ke atas ke node shield. Node mengeluarkan suara klik saat bertemu. Kemudian buat ide teman untuk membuat foto terlihat lebih menarik, seperti menambahkan background, teks atau dekorasi lainnya.

Cara Membuat Grafik di Power Point

Cara Membuat Grafik di Power Point – Apa pendapat Anda saat pertama kali mendengar kata “grafik”? Ini harus terkait dengan representasi visual dari tabel, dimana tabel tersebut terdiri dari data yang akan ditampilkan dalam bentuk gambar. Diagram ini hendak mempermudah kita gimana metode memperoleh data dari pergantian ataupun analogi subjek yang hendak kita bahas esok .

Cara Membuat Grafik di Power Point

Sumber : youtube.com

signaturebar – Biasanya, mudah untuk menemukan presentasi grafis dalam acara presentasi. Sebagian besar gaya ini menambahkan bayangan atau kedalaman pada grafik, yang benar-benar dapat membantu grafik menonjol sehingga akan menyulitkan audiens atau penonton untuk memahaminya. Padahal, jika datanya disajikan dengan jelas dan menarik, artinya acara akan lebih lancar. Karena poin utama presentasi Anda dikomunikasikan dengan baik.

Apa pendapat Anda saat pertama kali mendengar kata “grafik”? Ini harus terkait dengan representasi visual dari tabel, dimana tabel tersebut terdiri dari data yang akan ditampilkan dalam bentuk gambar.

Diagram ini hendak mempermudah kita memperoleh data dari pergantian ataupun analogi subjek yang hendak kita bahas esok. Biasanya, mudah untuk menemukan presentasi grafis dalam acara presentasi.

Namun, biasanya representasi data pada gambar tidak dapat ditampilkan dengan jelas sehingga sulit dipahami oleh penonton. Padahal, jika datanya disajikan dengan jelas dan menarik, artinya acara akan lebih lancar.

Karena poin utama presentasi Anda dapat dikomunikasikan dengan baik. Tidak mengherankan jika PowerPoint dapat dengan mudah membuat grafik. Anda dapat membuat dan menyesuaikan grafik langsung di aplikasi ini.

Cara Membuat Grafik di PowerPoint

Sumber : youtube.com

Mengutip ac.id, Pada dasarnya proses pembuatan grafik di PowerPoint hampir sama dengan di Word atau Excel. Nah, disini saya akan menjelaskan step by step cara membuat diagram di PowerPoint. Memperhatikan jenis grafik dan fungsinya

Untuk menyisipkan grafik pertama, cari tab “Sisipkan” pada menu pita PowerPoint. Klik ikon bagan untuk membuka menu “Sisipkan Bagan”.
Sisipkan grafik di Power Point. Klik “Sisipkan” pada pita PowerPoint, lalu pilih “Bagan”.

Menu “Sisipkan Bagan” akan terbuka, yang berisi berbagai templat bagan. Di sebelah kiri, Anda akan melihat berbagai jenis diagram PowerPoint, seperti “Kolom”, “Garis”, “Diagram Lingkaran”, “Diagram Batang”, dan seterusnya. Diagram lingkaran, mendeskripsikan bagian atau persentase dari total data.

Pertama klik pada jenis grafik di bagian sebelah kiri. Saat memilih jenis diagram, Anda perlu mempertimbangkan jenis data yang akan kamu pilih untuk presentasi dalam sebuah acara.

Bar Chart, mendeskripsikan urutan seluruh data. Diagram area, mendeskripsikan area dengan persentase yang lebih jelas. X Y scatter plot, menggambarkan hubungan linier. Data volatilitas yang menggambarkan grafik saham.

Grafik radar menggambarkan perbandingan beberapa variabel kuantitatif. Diagram kombinasi, mendeskripsikan kombinasi diagram batang dan garis yang mewakili kategori tertentu.

Setelah memahami jenis-jenis grafik yang terdapat di PowerPoint, kini Anda dapat mencoba membuat grafik di PowerPoint. Pertama, buka slide untuk memasukkan grafik. Temukan tab “Sisipkan” pada menu pita di PowerPoint. Klik ikon bagan untuk memulai. Atau lebih sederhananya, pilih icon “Insert Chart” pada “Layout”.

Ada beberapa bagan tingkat lanjut lainnya di PowerPoint (seperti bagan histogram dan air terjun), jadi cobalah untuk membuat bagan yang lebih canggih.

Di sisi kiri menu “Sisipkan Bagan”, Anda dapat memilih berbagai kategori bagan. Setelah memilih kategori bagan, ada beberapa variasi dari bagan yang tersedia di atas. Klik salah satu gambar mini di atas untuk memilih jenis bagan yang lebih spesifik.

Anda dapat melihat beberapa variasi diagram lingkaran. Ada bagan pai 3D, grafik melingkar bergaya donat, dan bahkan beberapa grafik “Pai dari Pai” yang indah! Pilih salah satu dari tipe gaya ini dan klik OK untuk menyisipkan grafik. Sisi kiri menu Power Point menampilkan kategori bagan dengan berbagai opsi gaya visual.

Baca juga : Cara Membuat Design Grafis Menggunakan Canva Gratis

Menginput data ke dalam microsoft Power Point

Sumber : support.microsoft.com

Apa pun jenis bagan yang Anda pilih, Anda perlu memasukkan data ke dalam PowerPoint untuk menampilkan bagan. Sekarang, Anda benar-benar tidak dapat hanya memasang satu aplikasi di suite Microsoft Office.

Mereka melakukan pekerjaan yang hebat bersama. Anda dapat dengan mudah memahami mengapa Anda membuka jendela lembar bentang Excel di PowerPoint 2016 untuk menambahkan data setelah menyisipkan bagan itu bermanfaat.

Misalnya, saya ingin membuat diagram lingkaran. Setelah memasukkan grafik, Anda akan melihat jendela spreadsheet Excel yang terbuka untuk menambahkan data, dan jendela Excel di PowerPoint memungkinkan Anda untuk merekam data. Ubah informasi

Bergantung pada jenis bagan yang Anda pilih, tampilan spreadsheet mungkin berbeda dari contoh saya. Misalnya, diagram batang bertumpuk mungkin memiliki beberapa kolom dengan nilai numerik di spreadsheet.

Inilah mengapa saya suka menggunakan PowerPoint untuk membuat bagan: saat data dimasukkan, bagan diperbarui secara real time. Setiap kali saya mengubah nilai di spreadsheet, grafik berubah berdasarkan data saya.

Bagaimana jika kita ingin menambahkan potongan lain ke diagram lingkaran PowerPoint? Dalam kasus ini, kita perlu menambahkan baris data lainnya. Pegang pegangan kotak di sekitar data dan seret ke bawah untuk menyertakan baris yang tersisa.

Pada gambar di bawah, Anda dapat melihat artinya. Saya mengklik kotak ungu (kolom pertama) dan menyeretnya ke bawah dua baris untuk menambahkan lebih banyak bulan ke data. Kemudian, saya menarik kolom “Nilai” (biru) untuk mencantumkan jumlah lain di diagram lingkaran.

Seret gagang kotak ke bawah untuk menyertakan garis yang tersisa di bagan. Dalam kasus ini, menambahkan dua garis akan membuat dua irisan tambahan di diagram lingkaran.

Ini adalah dasar untuk menambahkan data ke bagan. PowerPoint dimulai dengan data dasar yang diisi dalam spreadsheet, yang dapat Anda modifikasi untuk menyertakan data Anda sendiri.

Klik kanan dan pilih “Edit Data”> “Edit Data” untuk mengubah data diagram prospek. Jika Anda perlu membuka kembali tampilan spreadsheet dan mengedit data, cukup klik kanan pada grafik dan pilih “Edit Data”.

Tampilan spreadsheet akan terbuka kembali sehingga Anda dapat mengupdate datanya. Setelah menyelesaikan pembaruan data, kita dapat mempertimbangkan untuk mengatur gayanya dan mengubah tampilan grafik PowerPoint.

Menyesuaikan Gaya Grafik Dalam Power Point

Sumber : business.tutsplus.com

Sebelum memulai desain gaya, saya selalu menguasai data di bagan. Namun, ketika saya selesai membuat grafik, PowerPoint menyediakan banyak pilihan untuk mengubah tampilan grafik.

Anda dapat menggunakan alat bagan PowerPoint untuk bekerja dengan cepat. Berikut adalah beberapa metode favorit saya untuk mengatur gaya grafik PowerPoint hanya dengan beberapa klik:

1. Gunakan gaya grafik PowerPoint

Setelah memilih bagan, cari tombol “Desain” pada pita PowerPoint tepat di bawah tab “Alat Bagan”. Apa pun jenis bagan yang digunakan, ada banyak gaya prasetel yang dapat mengubah tampilan bagan di PowerPoint.

Klik salah satu gaya ini untuk menerapkannya ke bagan Anda. Sebagian besar gaya ini akan menambahkan bayangan atau kedalaman pada grafik tersebut, yang benar-benar dapat membantu grafik Anda menonjol. Cobalah beberapa gaya ini untuk melihat data yang sama dengan cara berbeda. Klik salah satu Chart Styles tersebut untuk mencoba varian visual yang sedikit berbeda.

2. Ubah bagan warna di PowerPoint

Selain menambahkan gaya kedalaman atau garis besar ke bagan, Anda dapat dengan mudah mengubah skema warna hanya dengan beberapa klik di alat bagan PowerPoint. Saat Anda masih berada di menu “Alat Bagan”> “Desain”, cari tombol “Ubah Warna” di dekat sisi kiri pita.

Anda dapat mengubah warna grafik hanya dengan beberapa klik pada menu “Ubah Warna”. Skema warna bawaan ini akan cocok dengan presentasi Anda. Anda juga bisa memilih gaya monokrom untuk mengurangi kilap.

3. Format area grafik di PowerPoint

Untuk benar-benar mendapatkan bagian terdalam dari presentasi PowerPoint, Anda dapat mengklik kanan bagan dan memilih “Format Area Bagan”. Di Excel 2016, panel akan terbuka di sebelah kanan. Menu ini memiliki semua fungsi yang dapat dibayangkan untuk menyesuaikan grafik.

Format bagan area di PowerPoint memiliki banyak fungsi. Kabar baiknya adalah menu ini mudah digunakan dan memiliki semua fitur yang mungkin Anda butuhkan. Coba beberapa opsi untuk menambahkan “isian” (warna latar belakang grafik) atau batas di sekitar tepi grafik.

Seperti yang Anda lihat, Anda dapat dengan mudah mengatur gaya presentasi Anda hanya dengan beberapa klik. Cobalah untuk menggunakan gaya dan skema warna bawaan untuk membuat grafik menonjol di sisa presentasi.

Baca juga : Membuat Slideshow dengan PhotoScape

Cara Membuat Grafik Double Line di Power Point

Sumber : homeppt.com

1. Pertama, kita perlu menyiapkan data yang digunakan untuk membuat diagram garis. Anda dapat mengumpulkan data dari berbagai sumber, tetapi kami akan mulai dengan contoh yang sangat mendasar dari ulasan ini. Kemudian, Anda akan dapat menyiapkan bagan garis ganda sederhana di PowerPoint sendiri.

Katakanlah kita perlu membandingkan keunggulan ACME dalam dua produk yang berbeda. Kami dapat membuat beberapa diagram garis untuk membandingkan produk A dan produk B organisasi di tahun yang berbeda. Kami akan merepresentasikan tahun pada sumbu x, dan keuntungan produk akan ditampilkan pada sumbu y.

2. Sekarang, kita siap membuat diagram garis di PowerPoint. Anda dapat pergi ke “Sisipkan” -> “Bagan” dan cari bagian “Garis”. Di sini, Anda dapat memilih grafik yang berbeda. Pertama pilih template diagram garis sebagai permulaan.

Contoh grafik garis baru akan dimasukkan ke dalam slide. Sekarang Anda dapat mengedit data dengan mengklik kanan pada grafik dan kemudian mengklik “Edit Data”. Sekarang, kita bisa mengatur grafik agar terlihat lebih menarik. Masukkan data yang kami tentukan di atas untuk data diagram garis. Anda dapat memasukkan data ke dalam spreadsheet.

3. Sekarang Anda dapat menyesuaikan grafik dua garis, misalnya, mengkonfigurasi tampilan posisi sumbu horizontal dan vertikal. Anda dapat menampilkan tahun di bawah dan kemudian ribuan dolar di sumbu kiri. Jika perlu, Anda juga bisa menyematkan tabel sumber data asli di bagian bawah diagram.

Anda dapat menggunakan grafik batang ganda untuk merepresentasikan data yang sama secara efektif. Anda dapat dengan mudah beralih dari beberapa grafik garis ke beberapa grafik batang. Buka menu “Alat Bagan” di atas pita PowerPoint dan klik menu “Desain”. Klik di sini “Ubah Jenis Bagan” dan pilih opsi pertama “Bagan Cluster” dari tab “Bagan Batang”.

Cara Membuat Design Grafis Menggunakan Canva Gratis

Cara Membuat Design Grafis Menggunakan Canva Gratis – Desain grafis adalah konsep ilmiah yang sangat luas. Untuk orang biasa, desain grafis bisa jadi sama dengan orang di aspek inovatif dibidang promosi serta dibidang yang lain. Mereka bertanggung jawab untuk menghasilkan informasi bisnis, layanan, dan produk lain yang menarik.

Cara Membuat Design Grafis Menggunakan Canva Gratis

Sumber : dewaweb.com

signaturebar – Konten visual adalah bagian penting dari ruang online Anda, baik itu situs web, blog, atau akun media sosial. Dengan elemen grafis yang cukup, audiens Anda akan lebih tertarik dengan konten Anda.

Namun, membuat konten visual bukan hanya kekuatan semua orang. Misalnya membuat desain grafis membutuhkan software yang tidak mudah dipelajari oleh orang awam.

Untungnya, Canva adalah alternatif yang lebih mudah dan gratis untuk semua pemirsa. Dikutip dari dewaweb, kali ini Anda akan mempelajari berbagai fungsi yang harus disediakan aplikasi web dan langkah-langkah dasar untuk memulai.

Pengertian Canva

Sumber : ronapresentasi.com

Canva adalah aplikasi desain grafis online yang mudah digunakan bahkan untuk pemula. Tidak hanya itu, Canva juga dapat diakses melalui desktop dan perangkat seluler. Dengan cara ini, Anda bisa berkreasi kapan pun, di mana pun. Aplikasi website sesungguhnya mempunyai 2 tipe berbayar serta satu tipe gratis. Namun, Anda tidak perlu membeli versi premium untuk menikmati berbagai fungsi.

Canva diketahui selaku aplikasi untuk desain grafis serta diketahui karena kemudahan dalam pemakaiannya. Namun, keunggulan aplikasi Canva tersebut dibandingkan dengan aplikasi lain tidak berhenti di situ. Anda dapat menggunakannya untuk membuat berbagai desain, termasuk:

Logo – Membangun merek adalah salah satu hal terpenting untuk membangun citra online-baik itu blog, toko online, atau halaman arahan perusahaan. Oleh karena itu logo merupakan sarana branding. Di Canva, ada berbagai template yang memungkinkan Anda membuat logo unik dengan mudah.

Poster – Apakah Anda ingin mengiklankan produk, layanan, atau acara? Poster adalah cara yang bagus untuk melakukan ini. Dengan Canva, Anda dapat dengan mudah membuat desain poster yang menarik.

Featured Image Blog – Kehadiran gambar-gambar unggulan dalam artikel dapat mempercantik desain blog dan semakin nyaman dibaca oleh pengunjung. Untuk membuatnya sekarang, Anda dapat menggunakan Canva.

Infografik – Agar konten blog lebih beragam, Anda bisa menyisipkan infografis di artikel. Jenis konten ini rumit dan tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membuatnya. Namun, Canva membuat proses pembuatan infografis menjadi sangat sederhana.

Newsletter – Jika Anda memasukkan pemasaran email dalam daftar teknik pemasaran Anda, maka Anda harus terbiasa dengan buletin. Karenanya, dengan Canva, Anda dapat menghemat waktu dalam membuat konten email ini.

Konten Media Sosial – Konten Facebook dengan gambar berjumlah 2 atau 3 kali lebih efektif menarik perhatian pengguna media sosial. Untungnya, Canva mempermudah Kamu merancang bermacam alat visual yang sesuai buat media sosial Kamu.

Thumbnail Youtube – Thumbnail atau gambar yang mewakili video youtube Anda tidak harus berupa ringkasan video. Dengan Canva, Anda dapat mendesain gambar mini Youtube yang unik.

Desain Kemasan Produk – Apakah ini pertama kalinya Anda menjual produk? Canva dapat membantu Anda mendesain kemasan untuk semua jenis produk, mulai dari label botol hingga kotak karton.

Invoice – Tidak hanya toko di dunia nyata, toko online juga perlu memberikan invoice atau detail pembayaran kepada pembeli. Untuk membedakan faktur dari toko lain,  sehingga Anda dapat memanfaatkan kemudahan yang disediakan oleh Canva.

Banner iklan – Apakah Anda ingin membuat spanduk untuk iklan situs web tanpa keahlian desain grafis? Jika Anda menggunakan Canva, Anda dapat melakukannya.

Baca juga : Cara Membuat UserBar yang Menarik Menggunakan Gimp

Fitur Fitur Canva

Sumber : canva.com

Saat ini, Anda dapat memilih dari banyak perangkat lunak desain grafis. Namun, karena pengguna gratis Canva memiliki banyak fitur, Canva adalah pilihan yang sangat menguntungkan. Di bawah ini adalah daftar fitur yang dapat ditemukan di versi non-berbayar.

Lebih dari 8.000 templat untuk berbagai jenis konten visual, yang mungkin terdengar nyata, tetapi ketika Anda membaca judul bagian ini, Anda membacanya dengan benar. Bahkan dalam versi gratisnya, Canva menyediakan lebih dari 8.000 template.

Sampel konten dibagi ke dalam berbagai kategori, termasuk spanduk situs web, kupon diskon, dan slide presentasi. Bahkan, Anda juga bisa membuat desain sendiri dari awal. Namun, berbagai contoh konten dapat digunakan untuk mempercepat proses kreatif. Selain itu, setiap contoh mudah disesuaikan.

Canva memungkinkan penggunanya menyimpan kreasi mereka. Fitur ini sangat berguna, terutama bila Anda memiliki format konten yang sering Anda gunakan. Dengan menyimpannya, Anda hanya perlu mengubah desainnya lagi saat dibutuhkan.

Untuk pengguna gratisan, aplikasi desain grafis ini menyediakan kapasitas penyimpanan sebesar 1GB. Untuk beberapa pengguna, ini mungkin tidak cukup besar-terutama jika dibandingkan dengan penyimpanan 100GB yang tersedia di Canva Premium. Namun, setelah pembuatan selesai, Anda dapat segera mengunduh karya Anda. Ruang penyimpanan kecil ini tersedia untuk templat yang paling sering Anda gunakan.

Anda dapat menyesuaikan teks karena Canva juga dapat digunakan untuk membuat slide presentasi, dokumen, dan berbagai media cetak, sehingga tidak lengkap tanpa fungsi memasukkan teks.

Alat ini juga mudah digunakan. Pengguna hanya perlu menempatkan kotak teks pada bidang yang tersedia. Setelah itu, Anda dapat mengubah jenis font, ukuran teks, dan format umum di perangkat lunak pengolah kata lainnya (seperti Microsoft Word).

Selain itu, Canva memiliki banyak contoh tempat Anda dapat menyesuaikan desain sesuka hati. Jika Anda ingin menghemat waktu dalam membuat poster atau kartu ucapan, Anda bisa mengandalkan fitur ini.

Ratusan ikon dan ilustrasi. Selain teks, pengguna Canva juga dapat menyisipkan ikon dan ilustrasi dalam karya mereka. Kabar baiknya adalah versi gratis dari aplikasi ini menyediakan berbagai ikon dan ilustrasi yang mencakup berbagai topik.

Berbagai opsi latar belakang. Dengan Canva, Anda dapat memastikan bahwa latar belakang pekerjaan Anda tidak membosankan. Terdapat banyak pilihan gambar dan gradien warna yang dapat membuat desain Anda lebih hidup dan menarik.

Tidak sampai situ, Kamu juga bisa mengedit setiap latar belakang atau background yang  akan Anda gunakan. Misalnya, Anda dapat mengatur kecerahan cahaya, meningkatkan intensitas warna dan menambahkan efek sketsa ke latar belakang atau background yang kamu pilih.

Cara Menggunakan Canva

Sumbe : niagahoster.co.id

1. Langkah pertama kamu bisa membuat akun canva. Untuk menggunakan Canva, Anda harus membuat akun terlebih dahulu. Caranya sangat sederhana. Setelah mengunjungi situs tersebut, klik tombol “register” di pojok kiri atas atau kanan atas layar. Anda dapat mendaftar dengan akun Google, Facebook atau alamat email. Setelah itu, akun Canva Anda dapat digunakan.

2. Setelah membuat akun Canva, Anda akan dibawa ke halaman utama aplikasi. Untuk membuat desain pertama Anda, klik tombol “Buat Desain” yang ditunjukkan oleh panah merah pada gambar di atas, lalu pilih jenis konten visual yang ingin Anda buat.

Dalam panduan ini, kami akan membuat spanduk sebagai gambar unggulan untuk posting blog. Setelah memilih jenis konten yang ingin Anda buat, Anda akan dibawa ke halaman editor Canva.

Anda dapat mendesain desain Anda dengan bantuan templat, tetapi dalam tutorial ini, kita akan mulai dari awal sehingga Anda dapat lebih memahami fitur berbagai editor menu Canva.

3. Langkah ketiga yang kamu lakukan adalah memilih latar belakang. Padahal, saat ingin menentukan gambar latar desain, Anda bisa memilih dua menu, yakni “Foto” dan “Latar Belakang”. Tidak masalah menu mana yang Anda pilih. Satu-satunya perbedaan antara keduanya adalah opsi yang mereka sediakan.

Di menu “Foto”, Anda dapat menemukan berbagai foto dengan gaya berbeda. Tidak semua foto memiliki orientasi yang sama-ada yang horizontal, ada yang vertikal. Di sisi lain, menu “Latar Belakang” menyediakan berbagai gradien warna dan gambar dalam gaya minimalis. Semua opsi di menu ini berbentuk horizontal.

4. Langkah keempat kamu harus mengedit background. Untuk melihat fitur pengeditan gambar Canva, kami memilih foto sebagai latar belakang. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini, ukuran foto lebih kecil dari luas area yang ada. Oleh karena itu, ukuran foto perlu disesuaikan dengan bidang yang ada.

Anda dapat melakukan ini dengan mengklik salah satu dari empat tepi foto dan menyeretnya. Anda mungkin juga perlu mengedit latar belakang agar teks yang Anda tambahkan nanti lebih mudah dibaca. Misalnya gambar yang kita pilih mungkin terlalu terang untuk backgroundnya. Untuk mengeditnya, klik kata “Adjust”.

Seperti yang Anda lihat, menu “Penyesuaian” berisi beberapa penggeser, yang dapat Anda gesek ke kiri atau kanan untuk mendapatkan pengeditan yang Anda inginkan. Misalnya, kami akan mengurangi kecerahan, kontras, dan saturasi foto.

Harap dicatat bahwa semua perubahan yang dilakukan pada desain dapat dibatalkan dengan mengklik tombol undo yang diwakili oleh kotak merah (ditunjukkan oleh panah kiri).

5. Langkah kelima kamu bisa menambahkan teks. Untuk menambahkan teks ke desain, klik menu “Teks”. Anda dapat memasukkan teks dengan dua cara. Pertama, Anda dapat memilih dari berbagai template yang disediakan oleh Canva. Cara ini lebih praktis karena pengguna hanya perlu mengganti teks yang ada di template.

Namun, jika Anda tidak tertarik dengan berbagai template yang tersedia, Anda dapat menambahkan teks secara manual. Untuk melakukannya, klik salah satu dari tiga gaya penulisan yang tercantum di atas daftar templat. Tidak masalah gaya mana yang Anda pilih, karena Anda dapat mengubah ukuran, warna, dan gaya tulisan dengan mengklik teks yang ingin Anda sesuaikan nanti.

Berbagai opsi pengaturan teks ditunjukkan dengan kotak merah. Selain bisa mengubah teks, Anda juga bisa berpindah posisi. Anda hanya perlu mengklik garis besar kotak teks dan menyeretnya ke bidang yang diinginkan.

Baca juga : Rekomendasi 3 software slideshow foto gratis terbaik untuk PC

6. Langkah keenam yang bisa kamu lakukan adalah mengunduh ataupun membagikan desain yang sudah anda buat. Jika tidak ada lagi yang bisa ditambahkan, maka desain Anda sudah lengkap. Karena Canva memiliki fungsi simpan otomatis, pekerjaan Anda akan otomatis disimpan di folder simpan yang disebutkan di atas.

Selanjutnya, Anda dapat mengunduh desain atau membagikannya di platform lain, seperti situs media sosial. Bahkan, Anda juga bisa mentransfer desain tersebut ke alat penyimpanan online seperti Google Drive dan Dropbox.

Untuk mendownloadnya, klik tombol “Download” di pojok kanan atas layar. Atau, Anda dapat mengklik tombol panah bawah di sebelahnya untuk menampilkan lebih banyak opsi.

Setelah menekan tombol “Download”, Anda dapat memilih format file yang akan digunakan ilustrasi Anda-termasuk PNG, JPG dan PDF. Jika sudah yakin, langsung saja klik tombol unduh berwarna biru. Oleh karena itu, desain banner blog Anda akan tersimpan di folder unduhan komputer Anda.

5 Kategori yang Ada di Desain Grafis

5 Kategori yang Ada di Desain Grafis – Desain grafis sendiri secara kasar dibagi menjadi lima kategori yaitu printing, web desain, film, identifikasi yang juga sering disebut logo, dan desain produk.

5 Kategori yang Ada di Desain Grafis

Sumber : dosenpendidikan.co.id

signaturebar – Sejak Revolusi Industri (abad ke-19), komunikasi grafis telah menjadi bidang profesional yang berkembang pesat, dan informasi yang diperoleh melalui media cetak semakin banyak digunakan dalam perdagangan (periklanan, pengemasan), penerbitan (surat kabar, buku, majalah) dan informasi budaya dan seni.

Meningkatnya kesadaran akan efek bahasa visual dalam komunikasi kontemporer juga mendorong hal ini.

Melansir dari idseducation, Perkembangan ini menjadikan lapangan menjadi kegiatan komersial yang sekarang melibatkan banyak modal dan banyak tenaga kerja, sehingga sangat aktif. Kecepatan perkembangannya juga bersaing dengan kesiapan tenaga pendukung industri.

1. Printing (Percetakan)

Sumber : eannovate.com

Percetakan adalah proses produksi industri untuk produksi teks dan gambar secara massal, terutama penggunaan mesin cetak untuk menggunakan tinta di atas kertas. Ini adalah bagian penting dari penerbitan dan pencetakan transaksi. Percetakan itu sendiri meliputi desain cetak buku, poster, brosur, brosur, leaflet, poster majalah, leaflet, iklan dan publikasi sejenis lainnya.

Percetakan digital merupakan salah satu metode dalam percetakan modern yang melibatkan teknologi digital sebagai media transmisi dari bahan ke media cetak. Secara lebih umum, definisi pencetakan digital dapat diringkas sebagai proses pencetakan gambar yang dirancang untuk bahan atau media fisik.

Kemunculan teknologi terkini dalam dunia percetakan niscaya akan berdampak positif pada berbagai tugas percetakan. Sekarang, perusahaan jasa percetakan dapat menggunakan printer laser atau printer inkjet untuk teknologi pencetakan profesional.

Tentunya hasil akan lebih cepat, hemat waktu dan lebih terjangkau. Tak heran, hampir semua printer kini menggunakan digital printing untuk menyelesaikan pesanan dari konsumen.

Padahal, digital printing sudah berkembang sejak tahun 1990-an yang memungkinkan berkembangnya mesin digital printing hingga saat ini. Perkembangan zaman juga memungkinkan digital printing dapat digunakan untuk media cetak dari bahan semi plastik outdoor, seperti spanduk, baliho, spanduk, dll.

Perkembangan dunia digital printing membawa banyak keuntungan bagi para pemilik usaha karena dapat menjadikan media promosi lebih menarik dengan biaya yang lebih murah.

Kelebihan dari mesin cetak digital antara lain, karena komputer dapat digunakan untuk menyesuaikan mesin digital, prosesnya jauh lebih cepat, volume cetak dapat diatur di perangkat lunak mesin digital sehingga pelanggan dapat mencetak sesuai kebutuhan.

Printer digital dapat mencetak 1 lembar terlebih dahulu untuk proses proofreading sebelum pencetakan batch, mesin digital tidak membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman untuk mengoperasikannya, sehingga pengusaha percetakan tidak harus mengandalkan keahlian operator

Berkat kemudahan pengoperasian mesin digital, banyak pengusaha awam mulai membuka usaha digital printing, mesin cetak digital dapat mencetak bahan yang sama dengan mesin cetak offset, sehingga banyak pengusaha yang lebih memilih untuk berinvestasi pada mesin cetak digital.

Kekurangan dari mesin cetak digital antara lain, saat menghitung biaya modal cetak, biaya produksi dengan mesin digital lebih tinggi dari pada cetak offset atau sablon, kemudahan penggunaan mesin digital telah mendorong banyak pengusaha untuk memulai bisnis serupa, sehingga persaingan semakin ketat.

Harga jual kembali yang lebih rendah membuat mesin ini kurang menarik bagi beberapa perusahaan percetakan, Ini membutuhkan lebih banyak perawatan daripada pers offset, Pesatnya perkembangan mesin cetak digital membuat masyarakat sulit mengejar omset untuk mendapatkan pengembalian investasi.

Baca juga : Cara Membuat Userbar di Linux Dengan Mudah

Jenis Digital Printing yang Terpopuler di Indonesia

Printer injket merupakan printer yang sering kita jumpai di kantor maupun di rumah. Printer ini biasanya digunakan untuk kebutuhan bisnis percetakan. Bisnis fotocopy merupakan salah satu bisnis yang sering menggunakan printer jenis ini. Selain itu, perusahaan UMKM juga banyak menggunakan printer inkjet untuk membuat souvenir, seperti gelas, undangan pernikahan, cetak foto, dll.

Plotter Machine Atau Mesin Plotter Ini adalah printer digital untuk mencetak media lebar. Mesin ini mempunyai berbagai merk mulai dari 1,5 meter, 3,2 meter sampai dengan 5 meter, dan bisa digunakan untuk mencetak berbagai media promosi. Meski jenis tinta yang digunakan juga berbeda, antara lain pewarna atau pigmen, pelarut, eco-solvents dan tinta UV. Masing-masing tinta tersebut memiliki ciri khas tersendiri dan bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda.

Digital Offset, Mesin cetak offset digital Printer digital ini dapat menghasilkan cetakan dengan ukuran mulai dari A4 hingga A0. Biasanya mesin ini digunakan untuk mencetak buku, kertas kalkir, peta, dll. Mesin dapat dengan cepat bekerja sesuai design yang dipesan untuk menghasilkan barang cetakan.

Flatbed Printing, Digital printing jenis ini khusus digunakan untuk printing pada media yang tebal seperti kayu, kaca, kaca akrilik, dan keramik. Dengan menggunakan teknologi tinta UV, hasil cetak dengan printer flatbed bisa langsung kering, dan gambar bisa bertahan lama.

Sablon Digital Atau Sablon DTG, Teknologi pencetakan digital ini relatif baru dalam industri percetakan, tetapi sangat populer karena biaya pengoperasian yang lebih rendah. Mesin ini dapat mencetak langsung pada permukaan kapas, polyester dan kain lainnya. Printer jenis ini menggunakan tinta Neo Pigment Kornit untuk menghasilkan kualitas cetak yang sempurna.

3D Printing, Percetakan 3D diperkenalkan di Indonesia pada tahun 2013 dan telah menjadi teknologi baru, dan aplikasinya telah banyak digunakan di berbagai industri. Printer menggunakan bahan polimer fotosensitif untuk menghasilkan objek tiga dimensi sesuai kebutuhan. Karena permintaan pasar yang masih kecil, permintaan akan digital printing seperti itu belum banyak. Semoga mesin cetak 3D ini bisa menjadi mesin primadona di masa mendatang.

2. Web Desain

Sumber : ristofa.com

Desain web adalah istilah yang berkaitan dengan desain visual yang diterapkan pada media digital (yaitu situs web), yang bertujuan untuk mengembangkan dan merancang informasi di Internet untuk menyediakan fungsi konsumen kelas atas dan memberikan kualitas estetika.

Definisi yang diberikan memisahkan desain Web dari pemrograman Web, menekankan karakteristik fungsional situs web, dan memposisikan desain Web sebagai desain grafis. Secara tidak langsung desain website ini menitikberatkan pada tampilan, namun tidak menghilangkan fungsi utama yang sedang dirancang.

Dapat memberikan kemudahan lebih bagi pengunjung dan pembaca website Tujuan perancangan web adalah berfungsi sebagai media komunikasi yang bertujuan untuk membuat atau mengkomunikasikan informasi secara cepat dan real time. Sama seperti ketika Anda mengunjungi sebuah website, sebuah desain akan muncul untuk pertama kali.

Dari komposisi, warna hingga tata letak, sangat beragam. Bagi desainer web yang baik, mereka pasti akan memahami sifat warna. Desainer web juga akan memiliki perasaan sendiri sehingga pembaca dan pengunjung dapat membayangkan konten di situs. Mulailah dengan memilih desain warna mana yang membuat mata Anda nyaman.

Dalam hal ini, Anda juga harus menghindari penggunaan warna yang mirip dengan teks dan latar belakang. Tata letak dan gambar juga penting. Karena akan mempengaruhi minat pengunjung website. Dalam hal grafik, sebaiknya pilih bentuk yang sangat kompleks. Menarik dan mampu mendukung komposisi tema website itu sendiri.

Fungsi desain web itu sendiri dapat digunakan sebagai media komunikasi yang lebih menarik. Fungsi komunikasi terlihat dari sebuah website yang memiliki nilai dinamis. Biasanya website ini dibuat dengan menggunakan program website yang akan dilengkapi dengan fasilitas untuk menunjang fungsi komunikasi yang ada.

3. Film

Sumber : bonnareva.blogspot.com

Film adalah perwujudan gerak dengan cahaya. Gunakan alat khusus (alat yang paling umum digunakan adalah kamera) untuk membuat atau menggambar gerakan ringan. Film merupakan karya seni dengan ragam unsur seni yang dapat memenuhi kebutuhan spiritual. Unsur artistik yang ada dan mendukung film antara lain seni rupa, fotografi, seni arsitektur, seni tari, puisi sastra, drama, musik, seni dan fiksi.

Fungsi sebenarnya dalam film meliputi fungsi informasi, pendidikan, dan persuasif. Sebagai media pendidikan, film nasional melatih generasi muda dalam kerangka bernegara dan pembentukan karakter.

4. EGD (Environmental Graphic Design), Identifikasi (Logo)

Sumber : inkbotdesign.com

Environment Graphic Design atau istilahnya Graphic Lingkungan mengacu pada semua bentuk grafik di lingkungan, termasuk rambu, rambu jalan, papan buletin, dekorasi grafis pada gedung, papan nama pada gedung, dan segala bentuk tulisan pada dua dimensi atau tiga dimensi benda.

Ruang lingkup EGD meliputi signage, sistem wayfinding, desain pameran, desain informasi, piktogram dan tempat. Proyek EGD Jagi dapat melibatkan arsitek, desain interior, lanskap, dan desain industri.

Elemen kedalaman, EGD dimaksudkan untuk ditampilkan di gedung, tempat atau ruang publik. Memiliki ketebalan dan kedalaman yang bisa dilihat dari semua sisi. Berbeda dengan media dua dimensi, media dua dimensi hanya dicetak di atas kertas. EGD harus dirakit atau diproduksi.

Skala atau ukuran, Ukuran memengaruhi kejernihan dan visibilitas objek, terutama saat diletakkan di luar ruangan. Tanda dalam ruangan biasanya kecil. Ukuran yang ideal tidak akan merusak estetika bangunan atau mengganggu kenyamanan

Konteks, Penempatan logo atau produk EGD harus disesuaikan dengan kebutuhan, ergonomi, kenyamanan dan adaptabilitasnya dengan lingkungan sekitar, seperti latar belakang lanskap, arah sinar matahari, jenis bahan yang digunakan, struktur bangunan dan faktor demografis.

Kompleks, Proyek, proses, dan elemen EGD sangat sulit. Selain kebutuhan kolaborasi antara desainer dan arsitek, pengetahuan dasar tentang material atau material juga penting.

Format, Teks signage menggunakan font yang sangat terbatas. Untuk bangunan atau gedung di suatu kota, pilihan font pasti akan berbeda dengan pilihan font di museum atau tempat bersejarah. Dalam jarak tertentu, cara menulis surat juga harus mudah dibaca.

Tingkat Ketahanan, Sebagai elemen pendukung suatu tempat atau bangunan. Sistem signage harus mampu bertahan dalam waktu yang lama dan mampu menahan segala kondisi cuaca. Kelembaban, hujan dan sinar matahari menjadi faktor yang harus diperhatikan.

Warna, Menggunakan kombinasi warna kontras pada teks dan latar belakang dapat meningkatkan kejelasan tanda dan visibilitas teks atau gambar. Penggunaan warna sebagai elemen tanda visual juga dapat digunakan untuk menekankan atau mengidentifikasi lokasi yang dimaksud. Warna harus digunakan kembali untuk memudahkan identifikasi logo tempat atau identitas umum.

Multidisiplin, Perancang EGD biasanya bekerja dalam tim pemrogram papan nama, perancang, teknisi perancang, arsitek, perancang lanskap, perancang pencahayaan, dan personel multidisiplin lainnya.

Masa produksi, Proyek desainer grafis biasanya memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kasus lain yang menyangkut alokasi EGD bisa memakan waktu bertahun-tahun, karena pekerjaannya terkadang sejajar dengan arsitek.

Baca juga : Cara Membuat Slideshow Dari Freemake Video Converter

5. Desain Produk

Sumber : apridesain.id

Desain produk terdiri dari dua kata yaitu desain dan produk. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, desain mengacu pada bentuk atau kerangka desain. Produk mengacu pada produk atau jasa yang diproduksi sesuai dengan kegunaan atau nilainya dan meningkatkan nilai guna, kemudian proses produksi menjadi hasil akhir dari proses produksi.

Oleh karena itu, konsep desain produk leksikal adalah kegiatan mendesain suatu objek yang akan diolah dan dihasilkan menjadi objek yang lebih bernilai dan bermanfaat. Produksi berkaitan erat dengan industri yang membutuhkan teknologi, manajemen, dan parameter teknis lainnya untuk beroperasi.

Desain produk yang baik bertujuan agar pengguna merasa nyaman, aman dan mendapatkan keuntungan dari penggunaan produk. Oleh karena itu, hal ini terkait dengan cara pengguna berinteraksi dengan produk, apakah dirasa nyaman, aman, mudah digunakan, memberikan solusi atas masalah pengguna dan manfaatnya, yang dapat berdampak positif secara emosional.

Manfaat desain produk antara lain dapat meningkatkan kinerja, efisiensi dan nilai produk / jasa, serta dapat mengurangi biaya dan risiko bisnis. Desain produk dan layanan yang inovatif dan inovatif akan membuatnya lebih menarik dan unik bagi konsumen, dan meningkatkan cakupan produk / layanan Anda di pasar, sehingga meningkatkan penjualan dan mempercepat laba atas investasi.

Rancangan produk berupa pelayanan merupakan salah satu metode perusahaan yang memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen dengan meminimalisir tingkat keluhan ideal perusahaan.

Langkah Dalam Membuat Desain Grafis Menggunakan Photoshop Wajib Kalian Tahu

Langkah Dalam Membuat Desain Grafis Menggunakan Photoshop Wajib Kalian Tahu – Desain grafis adalah konsep ilmiah yang luas. Bagi orang awam, desainer grafis mungkin identik dengan individu dalam kancah kreatif biro iklan dan lembaga lainnya. Mereka yang bertanggung jawab untuk menghasilkan sebuah informasi bisnis, layanan, dan produk menarik lainnya.

Langkah Dalam Membuat Desain Grafis Menggunakan Photoshop Wajib Kalian Tahu

Sumber : babastudio.com

signaturebar – Selain itu, bagi para desainer, aplikasi Photoshop merupakan salah satu aplikasi yang paling berguna untuk membuat desain grafis Greader. Hal ini dikarenakan aplikasi Photoshop dapat digunakan untuk banyak proyek desain.

Selain itu, Photoshop juga dapat membuat berbagai bentuk ekstensi file desain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para Greader yang ingin menjadi seorang desainer. Namun bagi yang belum paham dengan desain, nahi mungkin masih terdengar agak asing, jadi saya akan menjelaskan beberapa aplikasi photoshop ini.

Photoshop adalah aplikasi buatan Adobe Systems dan digunakan sebagai aplikasi desain grafis untuk mengedit foto atau gambar. Photoshop dirilis pada 19 Februari 1990, dan bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat aplikasi ini adalah C ++ dan Pascal.

Berikut ini beberapa Langkah Dalam Membuat Desain Grafis Menggunakan Photoshop yang din kutip dari markey.id:

Langkah Awal Menggunakan Photoshop

Sumber : dafideff.com

1. Memastikan PC atau komputer Anda memiliki spesifikasi yang menunjang untuk menggunakan aplikasi Adobe Photoshop. Jika sudah Anda bisa untuk mengunduh aplikasi tersebut di situs resmi Adobe.

2. Jika apabila aplikasi Photoshop sudah terunduh, Anda bisa memasangnya dan ikuti prosesnya hingga aplikasi ter-install sempurna di komputer yang mana bisa Anda lihat di desktop iconnya.

3. Kemudian Klik icon tersebut untuk masuk ke dalam aplikasi Photoshop. Jika setelah masuk di halaman utama, Anda bisa klik File > New. Anda juga bisa menekan tombol keyboard CTRL+N. Jika sudah ada dokumen yang tersedia, Anda bisa memunculkannya dengan menekan tombol CTRL+O pada keyboard.

4. Setelahnya akan muncul jendela yang meminta Anda untuk mengatur beberapa hal terkait halaman proyek baru yang akan Anda lakukan. Misalnya saja Width untuk lebar dokumen, Height untuk tingginya dan Resolution untuk resolusi yang kamu akan kehendaki. Kamu juga bisa menamai file kamu yang baru pada jendela ini.

5. Di menu Preset, Anda bisa mengatur jenis kertas yang ingin Anda pakai. Ada banyak pilihan semisal A4 dan International Paper. Langkah terakhir, jika semua detail sudah Anda atur sesuai dengan keinginan Anda, selanjutnya Anda bisa melihat lembar dokumen desain grafis. Sekarang proses belajar desain grafis Photoshop bisa kamu lakukan.

Berikut Langkah-Langkah Membuat Design Grafis Menggunakan Photoshop

1. Yang pertama tentunya anda harus mempunyai aplikasi adobe photoshop atau photoshop, jadi jika anda belum mempunyai aplikasi ini anda bisa mendapatkannya di website resmi adobe.

Jika Anda memiliki aplikasi Adobe Photoshop, silahkan melalui proses instalasi pada perangkat Anda, Jika sudah diinstal, Anda akan melihat ikon Photoshop pada halaman yang ditampilkan di desktop.

2. Selain itu jika sudah berhasil melakukan proses instalasi kemudian klik icon tersebut untuk bisa masuk ke aplikasi adobe photoshop, maka saya menggunakan versi photoshop cs6 pada artikel ini, jika anda menggunakannya maka anda akan mendapatkan aplikasi adobe photoshop. .

Kemudian klik “File”, lalu klik “New”, Anda dapat mengikuti gambar di bawah ini, tetapi Anda dapat menggunakan pintasan keyboard dengan menekan Ctrl + N, dan Greader juga dapat membuka dokumen yang sudah ada dengan menekan Ctrl + O pada keyboard.

3. Jika Anda telah menyelesaikan langkah sebelumnya, maka akan muncul layar yang mirip dengan ini. Pada tampilan ini, Anda dapat melihat bahwa terdapat beberapa menu. Pada menu lebar, Anda dapat mengisi lebar dan tinggi dokumen untuk mengatur tingginya. dari dokumen tersebut.Ada juga resolusi yang dapat mengatur resolusi dari dokumen yang akan Anda buat.

4. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan menu “Preset” di bawah ini untuk menyesuaikan dokumen dengan ukuran yang diinginkan. Pada gambar di bawah ini, kita menggunakan “International Paper Preset”, Anda bisa lihat pada menu “Size” yang menyediakan berbagai macam pilihan jenis kertas, disini kita akan mengubah ukuran A4 dari dokumen desain grafis pada langkah-langkah ini.

5. Yang terakhir, apabila semuanya sudah anda atur dan sesuaikan,Kemudian Anda dapat melihat lembar dokumen desain grafis, dan Anda dapat mulai mendesain dengan ukuran desain yang telah disesuaikan sebelumnya.

Baca juga : Langkah Membuat Userbar di Photoshop

Langkah Desain Grafis Mengubah Warna Background Foto

Sumber : masvian.com

1. Buka aplikasi Adobe Photoshop dan dan buka file foto yang akan Anda edit background-nya. Jika sudah, foto tersebut akan muncul pada halaman depan Photoshop ini.

2. Selanjutnya Anda klik/pilih tools Magic Wand Tools yang berada pada sisi kiri layar PC Anda. Nah, karena foto tersebut hanya memiliki warna background yang sama Anda sehingga bisa memilih bagian foto tersebut yang ada warnanya dengan Magic Wand Tools.

3. Setelah mengaktifkan Magic Wand Tools maka Anda tinggal mengarahkan kursor dan klik pada bagian background dan otomatis akan menyeleksi seluruh background foto. Selanjutnya sebelum kamu mengedit warna background Anda klik dua kali tombol gembok pada menu layer foto.

4. Kemudian Anda pilih menu Create new fill/Adjustment Layer > Solid Color. Kenapa memilih warna solid? Karena Anda hanya akan menggunakan satu warna utuh untuk mengganti layar belakang. Pilih warna sesuai dengan kebutuhan Anda.

Langkah Desain Grafis Mengubah Background Dengan Foto Lain

1. Pilih foto yang ingin Anda edit bagian backgroundnya. Setelah foto muncul pada halaman depan aplikasi Photoshop maka aktifkan Magic Wand Tools dan seleksi latar belakang foto yang ingin Anda edit tersebut.

2. Jika sudah terseleksi kemudian Anda Cut atau dengan cara tekan CTRL+X pada keyboard. Jika sudah kemudian Anda buka foto yang ingin Anda jadikan latar belakang tersebut. Caranya Anda bisa dengan menyeret foto tersebut dengan Move Tools agar menimpa foto utama.

3. Kemudian pada menu layer aplikasi Anda pindahkan bagian background ke bawah foto utama. Hal ini dikarenakan urutan yang paling bawahlah yang akan dijadikan sebagai latar belakang.

4.Setelahnya Anda bisa menggunakan Quick Selection Tool dan Pen Tool untuk menyamarkan foto dan background tersebut yang tidak merata. Jika foto sudah teredit dengan sempurna Anda bisa menyimpan hasilnya di file anda.

Menggunakan tutorial desain sederhana Adobe Photoshop selanjutnya Anda juga dapat menggunakan aplikasi Photoshop untuk membuat logo pribadi, perusahaan, dll. Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuat logo sederhana menggunakan Photoshop:

1. Buka aplikasi Adobe Photoshop dan buat file untuk proyek baru dengan mengklik File -> New atau CTRL + N. Masukkan nama file atau logo yang ingin Anda buat. Kemudian, Anda dapat mengatur lebar dan tinggi, misalnya 500 × 500 piksel. Jika Anda mengklik “OK”, lembar kerja akan muncul di halaman kerja Photoshop.

2. Kemudian pilih simbol bujur sangkar di sebelah kiri untuk memilih bentuk logo yang akan dibuat. Dalam tutorial ini, Anda dapat memilih alat Eclipse atau lingkaran.

3. Jika Anda membuat lingkaran besar sesuai keinginan Anda. Untuk warna, Anda dapat memilih warna dengan mengklik simbol warna di sisi kiri layar sebelum membuat lingkaran. Anda juga dapat memilih warna dengan mengklik dua kali kotak kecil di sebelah lapisan. Sebuah jendela akan muncul di mana Anda dapat memilih warna yang diinginkan.

4. Jika sebuah warna dipilih, efek “guratan” atau garis di luar lingkaran akan dibuat. Caranya adalah dengan mengklik dua kali alat Eclipse, dan “Layer Style” akan muncul.

5. Kemudian, Anda bisa membuat teks yang berisi singkatan atau nama logo yang ingin Anda buat. Anda dapat melakukan ini dengan menggunakan “Alat Font Horizontal”. Anda bisa mengatur ukuran font, jenis dan warnanya agar menjadi logo yang menarik dan mudah diingat.

6. Jika Anda menyukai latar belakang logo yang unik, Anda dapat mengubahnya di kotak “Layer Style”, seperti yang ditunjukkan di atas. Kemudian pilih “Pattern Overlay”, lalu klik salah satu pola yang diinginkan, lalu klik “OK”. Jika logo yang Anda inginkan, Anda bisa menyimpannya dengan cara “Save As” kemudian pilih format foto yang digunakan yaitu .jpeg atau .png.

Selanjutnya dalam belajar desain grafis dengan adobe photoshop adalah cara membuat desain kaos dengan menggunakan aplikasi photoshop. Untuk mendesain kaos, Anda harus memenuhi ketentuan anatar lain Software Adobe Photoshop, versi terbaru lebih baik, Template dasar kaos atau juga bisa disebut T-Shirt mockup. Logo akan digunakan sebagai desain kaos.

Untuk catatan, T-Shirt mockup bisa Anda dapatkan banyak sekali di internet. Ketik saja di kolom pencarian “T-Shirt mockup” maka akan muncul banyak sekali contoh template dasar kaos yang bisa Anda untuk unduh.

Berikut Langkah langkah Membuat Desain Kaos

Sumber : olympics30.com

1. Pertama buka aplikasi photoshop, kemudian buka template kaos basic sampai muncul di homepage photoshop. Kemudian Anda dapat menggunakan alat pena untuk memilih kaos. Pastikan untuk membuat pemilihan yang benar agar efek desainnya bagus.

2. Kemudian, saat pemilihan T-shirt masih aktif, klik pada layer “Background” dan tekan CTRL + J pada keyboard. Ini untuk menampilkan layer di atas layer Background, yang sama dengan pilihan yang Anda buat sebelumnya.

3. Kemudian klik lapisan pertama di atas lapisan “latar belakang”, dan tekan CTRL + J pada keyboard untuk membuat “penyesuaian tingkat” pada lapisan ini. Anda bisa mengaturnya agar warna kaos pada layer 1 berwarna putih muda.

4. Selanjutnya, ubah blending mode layer 1 menjadi “multiply”, yang akan membuat tampilan layer 1 seperti bayangan lipatan baju. Di sinilah Anda memasuki desain kaos. Masukkan desain kaos yang dibuat dengan menyalin atau CTRL + C pada keyboard. Jika demikian, kembali ke dokumen kerja dan tempel atau CTRL + V.

5. Nantinya, desain kaos akan muncul pada layer di sebelah kanan Anda. Kemudian, untuk mengatur tata letak, Anda dapat menekan CTRL + [pada keyboard untuk menempatkan lapisan desain kaos di bawah lapisan pertama. Kemudian, Anda dapat dengan leluasa mengatur ulang desain kaos pada template, Anda dapat menekan CTRL + 1 layer thumbnail, yang dapat Anda pilih sesuai dengan bentuk objek pada layer 1.

6. Dengan seleksi masih aktif, klik layer desain T-shirt, lalu klik ikon “Add Layer Mask” di bagian bawah layar palet. Nanti, layer mask akan dibentuk berdasarkan pilihan yang Anda buat sebelumnya, yang akan mencegah bagian eksternal yang tidak dipilih muncul di area kerja. Jika demikian, Anda dapat mengklik tanda tautan antara layer desain T-shirt dan layer mask untuk menghilangkannya.

7. Nah, dengan langkah-langkah tersebut Anda akan lebih mudah dalam menata ulang desain kaos, dan Anda bisa menyesuaikannya dengan tampilan kaos. Untuk mengatur ulang posisi, Anda dapat mengklik layer desain T-shirt dan tekan CTRL + T. Setelah desain sesuai dengan preferensi Anda, Anda dapat menyimpannya dengan mengklik Simpan Sebagai dan tentukan format file yang diinginkan.

Tutorial desain grafis selanjutnya yang bisa Anda coba menggunakan Adobe Photoshop adalah membuat efek api pada teks. Mari kita simak langkah-langkah berikut ini:

1. Buka software Photoshop, lalu klik “File” -> “New”, atau Anda dapat menekan CTRL + N pada keyboard. Setelah itu, Anda dapat mengatur lembar kerja baru dan mengatur ukurannya menjadi 1280 x 780 piksel. Jika Anda dapat menggunakan Paint Bucket Tool (G), Anda dapat mengubah latar belakang menjadi hitam pekat. Sebagai latihan anda bisa menulis nama anda sendiri, untuk fonta bisa menggunakan font Garamond 50-60pt pdb warna putih.

2. Langkah selanjutnya adalah membuat teks efektif dengan menggabungkan gaya. Anda dapat melakukan ini dengan mengklik kanan pada “Text Layer” dan memilih “Blending Options” -> “Outer Glow”. Detail informasi bisa anda atur sebagai berikut; untuk blending mode silahkan isi dengan layar, opacity sampai 75%, isi warna dengan warna merah, ukuran elemen 10 kali, dan sisanya standar.

3. Pada “Blending Options” -> “Color Overlay”, atur “Blending Mode” menjadi “Normal”, “Color” menjadi oranye terang, dan “Opacity” menjadi 100%. Dalam menu “Blending Options -> Satin”, atur “Blending Mode” menjadi “Multiply”, “Opacity” menjadi 100%, “Angle” menjadi 19 derajat, “Distance” menjadi 7px, dan “Size” menjadi 13 px, dan gunakan Contorus standar. Pada menu “Blend Mode” -> “Inner Glow”, setting menggunakan “Color Dodge” untuk mengisi “Blend Mode”, “Opacity” 100%, untuk warna kuning tua yang Anda pilih, ukuran elemen adalah 9px , dan sisanya adalah standar.

4. Jika Anda telah mengikuti pengaturan di atas, sekarang saatnya untuk mengubah layar menjadi “Grid” sehingga Anda dapat menggunakan fungsi “Liquefy” untuk mengedit bentuk nanti. Caranya adalah dengan klik kanan pada layer tersebut dan klik Rasterize Layer Style -> Filter -> Liquefy. Pada “Tool Options”, isi pengaturan berikut: ukuran kuas 18, kepadatan kuas 50, tekanan kuas 100 dan kecepatan kuas 80. Jika sesuai, gunakan fungsi “Forward Deformation Tool (W)”, lalu sapukan di tepi setiap huruf sampai bentuknya terlihat seperti terbakar.

5. Masukkan gambar api atau tekstur api yang Anda unduh dan letakkan di bagian teks. Untuk memadamkan api, Anda bisa mengaktifkan “brush tool” dengan warna hitam dan menggambar cat pada bagian yang akan dihapus. Nah, jika ada, Anda bisa mengcopy layer teks bertekstur api ke huruf lain sampai dilengkapi dengan CTRL + J.

6. Terakhir, Anda dapat menyalin lapisan teks dan memindahkannya ke lapisan paling atas. Kemudian ubah blending mode menjadi screen dan turunkan opacity menjadi 70%. Proses membuat efek api untuk teks di Photoshop selesai.

Baca juga : Aplikasi Untuk Membuat Slideshow di Android

Contoh Desain Grafis Photoshop

1. Sinergi Photoshop Action

Buat efek foto trippy, psychedelic yang terinspirasi oleh warna dari neon retro dan bentuk geometris. Jika ingin menggunakan tindakan kombinasi  ini, cukup isi area di mana Anda ingin menerapkan efek tersebut, lalu tekan putar. Sehingga kamu akan mendapatkan tampilan yang mengesankan sempurna untuk poster dan selebaran undangan pesta.

2. Hello Autum Photoshop Action

Terkadang Kamu memang akan menemui kesulitan dalam membuat untuk karya yang sempurna sebagai seorang fotografer. Untungnya, Anda dapat menambahkan efek apa pun itu yang Anda inginkan dengan bantuan pengoperasian Photoshop. Fitur download ini luar biasa, memungkinkan Anda untuk menambahkan daun musim gugur yang sedang jatuh dengan tindakan satu klik.

Prinsip-Prinsip Design Grafis

Prinsip-Prinsip Design Grafis – Bidang desain grafis belakangan ini semakin akrab dengan perkembangan dunia digital. Kalaupun menjadi semakin populer, desain grafisnya sebenarnya tidak sesederhana itu. Beberapa prinsip desain grafis harus dipenuhi.

Prinsip-Prinsip Design Grafis

Sumber : kuripandesain.my.id

signaturebar – Pada dasarnya setiap pemula perlu memahami dan menguasai 7 prinsip desain grafis. Ketujuh prinsip desain grafis tersebut meliputi keseimbangan, penekanan, pengulangan, ritme, gerakan, kesatuan, dan ruang.

Dengan memahami Prinsip-prinsip Design Grafis tersebut, Anda dapat lebih mudah membuat berbagai desain grafis yang indah, indah, dan bermakna.

Menurut markey.id, Desain grafis juga memiliki prinsip manusia, sebagian orang memang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan dalam desain grafis agar karya dapat menyampaikan informasi, sedangkan elemen lainnya hanya ditampilkan tanpa membuat elemen utama menimpa segalanya. Itu semua tergantung pada selera desainer grafis, klien, dan target audiens pesan.

1. Keseimbangan (Balance)

Sumber : grafis-media.website

Prinsip pertama desain grafis adalah keseimbangan. Keseimbangan karya seni adalah faktor termudah untuk dinilai oleh setiap desainer profesional. Bahkan sekilas, desainer profesional bisa menilai apakah karya desain grafis Anda sudah dalam keseimbangan yang tepat.

Keseimbangan yang disebutkan di sini adalah bobot setiap elemen dalam desain grafis. Elemen tersebut dapat berupa warna, ukuran, tekstur, dan bentuk yang digunakan dalam karya desain grafis. Masing-masing elemen tersebut selalu memiliki peran dan bobot tersendiri dalam setiap karya seni.

Oleh karena itu, pelajaran pertama bagi seorang pemula dalam desain grafis adalah mempelajari keseimbangan desain grafis. Pelajari cara terbaik untuk menempatkan setiap elemen desain agar terlihat seimbang saat digabungkan.

Hindari penempatan elemen seni yang ceroboh, seperti menempatkan setiap elemen hanya pada satu titik dan mengabaikan ruang kosong lainnya. Ini akan membuat karya seni Anda menjadi satu sisi.

Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan dengan cermat semua unsur seni desain grafis. Secara otomatis, karya seni Anda akan terlihat holistik dan estetis.

Contoh bagaimana desainer grafis pemula sering salah menempatkan elemen desain grafis adalah dengan menempatkan elemen berbobot tinggi pada titik spasial dalam karya desain mereka.

Ketika elemen yang lebih berat atau lebih berat ini terkonsentrasi pada satu titik pada kanvas desain, karya seni Anda akan meninggalkan kesan negatif. Kesannya adalah Anda menganggap area lain dalam desain tidak relevan, karena semua elemen berbobot tinggi terkonsentrasi di satu titik.

Penilaian negatif ini dapat berkisar dari kebingungan penonton, tidak berfokus pada desain grafis yang sedang diproduksi, hingga perasaan tidak nyaman saat mengamati karya seni.

Sekali lagi, agar penonton dapat dengan mudah dan nyaman memahami karya desain grafis Anda, maka karya tersebut harus sesuai dengan prinsip desain yang berimbang ini.

Sebuah pengingat penting untuk Anda, Prinsip keseimbangan dalam ilmu desain grafis sebenarnya tidak dapat diukur dengan kepastian yang sama seperti rumus matematika. Prinsip keseimbangan hanya bisa diwujudkan oleh desainer dengan menggunakan jiwa artistiknya.

Intinya, ketika karya seni bisa memberikan kesan produk secara keseluruhan, tanpa ada elemen yang saling membebani, dan tidak ada ruang kosong yang terkesan terabaikan, keseimbangan karya seni bisa tercapai.

Ada dua metode dasar dalam prinsip keseimbangan desain grafis, yaitu keseimbangan simetris serta keseimbangan asimetris. Perbedaan dari keduanya yaitu

Keseimbangan Simetris

Keseimbangan simetris adalah penataan rangkaian elemen artistik, dimulai dari titik tengah, kemudian bergerak secara merata pada sisi kiri dan kanan kanvas desain.

Prinsip keseimbangan simetris menekankan pada kesamaan posisi proporsi dan posisi elemen artistik dalam desain grafis. Hasil akhir dari desain simetris ini adalah dengan menempatkan elemen desain yang bobotnya sama atau sama pada posisi yang sejajar dengan sisi dan garis tengah gambar, keseimbangan dapat dicapai pada karya seni.

Keseimbangan Asimetris
Keseimbangan asimetris pada dasarnya adalah kebalikan dari konsep keseimbangan simetris. Dalam keseimbangan asimetris, elemen dengan bobot yang sama disusun dengan cara yang berbeda.

Dengan menggunakan sistem keseimbangan asimetris, Anda dapat lebih fleksibel mengatur setiap elemen bobot yang sama di sisi halaman kanvas. Untuk mengimbangi karya seni desain grafis ini, Anda dapat menggunakan elemen keseimbangan yaitu warna, ukuran, bentuk, dan tekstur desain.

Misalkan Anda menggunakan bobot elemen berlawanan arah jarum jam dalam ilustrasi yang sedang Anda kerjakan. Penerapan unsur ini dilakukan secara berlawanan dengan cara membandingkan satu unsur dengan bobot lebih besar dengan sejumlah unsur dengan bobot lebih kecil.

Hasilnya, meski komposisi bobot elemen tidak terdistribusi merata secara simetris, setiap penonton yang melihat karya seni Anda tetap dapat merasakan keseimbangan yang dipancarkan oleh karya seni tersebut.

Singkatnya, prinsip desain roda keseimbangan simetris memang lebih menarik dan mudah. Walaupun karya seni yang simetris dan seimbang bisa membuat desain terlihat membosankan, apalagi jika penikmatnya sering melihat karya seni Anda.

Pada saat yang sama, prinsip desain asimetris terlihat lebih berani dan lebih fleksibel. Namun, menggunakan metode timbangan asimetris untuk menyusun elemen dengan bobot berbeda akan membutuhkan perhatian penuh dan perhatian ekstra.

Baca juga : Pengertian dari Design Grafis

2. Penekanan (Emphasis)

Sumber : vriske.com

Yang kedua adalah asas penekanan atau penekanan. Menekankan (menekankan) prinsip mengacu pada pemfokusan pada elemen tertentu dalam desain grafis. Apa artinya menekankan?

Mari kita lihat contoh berikut ini. Misalkan Anda diminta mendesain poster untuk sebuah seminar. Tentunya di dalam poster akan dicantumkan banyak informasi penting agar pembaca poster dapat memperoleh informasi penting tentang seminar tersebut.

Kemudian poster dapat digunakan sebagai media untuk menarik rasa penasaran para penontonnya. Sebelum membuat desain grafis untuk poster seminar, Anda perlu menyusun terlebih dahulu bagian-bagian desain tersebut dalam bentuk pertanyaan, seperti:

Informasi apa yang harus diketahui audiens terlebih dahulu? Apa judul atau topik seminar? Siapa nama pembicara pada seminar tersebut? Ataukah biaya menghadiri seminar?

Apakah Anda memprioritaskan manfaat yang dapat diperoleh audiens dengan berpartisipasi dalam simposium? Atau haruskah kita menekankan lokasi dan waktu seminar?

Intinya, menekankan prinsip mengacu pada konten yang perlu ditekankan atau ditekankan dalam desain. Dengan cara ini, informasi yang terkandung dalam desain Anda dapat dikomunikasikan dengan lebih mudah dan efektif kepada audiens.

Lantas, bagaimana cara mudah menentukan titik-titik kunci (penekanan) dalam desain? Jawabannya sangat sederhana, Anda hanya perlu membuat garis besar dan memilih elemen yang ingin Anda sorot. Selain itu, Anda dapat mengatur penataan informasi ini dalam tata letak desain.

Jika biasanya Anda memperhatikan poster, informasi yang disorot akan ditampilkan dalam ukuran yang lebih besar dan semenarik mungkin. Pada saat yang sama, detail sekunder atau tambahan akan menjadi lebih kecil dan tidak terlalu mencolok.

Kembali ke contoh di atas saat membuat poster. Bisakah Anda sekarang memperkirakan komposisi konten poster yang akan dirancang? Jika menurut Anda nama pembicara seminar adalah informasi yang paling penting, misalnya jika Anda ingin mengundang presiden atau influencer favorit Anda di kota tempat tinggal Anda, maka letakkan nama pembicara di tengah atau di bagian atas poster.

Dengan cara ini, Anda dapat secara khusus menekankan elemen nama penyelenggara seminar dan dapat menjadikannya sebagai sesuatu elemen yang paling berbobot dalam desain.

Selain itu, Anda perlu menggunakan kombinasi warna yang eye-catching atau eye-catching untuk menonjolkan informasi terpenting dalam desain poster. Untuk menyempurnakan desain Anda, Anda dapat menambahkan foto referensi orang dalam seminar. Penggunaan foto biasanya merupakan strategi kunci desain yang efektif untuk menarik perhatian pemirsa.

Prinsip penekanan (Emphasis) terdiri dari:

Hierarki

Jenis penekanan pertama adalah hierarki. Anda dapat menggunakan tipe penekanan berlapis untuk menyertakan sejumlah elemen dalam desain Anda. Sesuai dengan namanya, hierarki mengacu pada jenis penekanan yang ditentukan dalam urutan atau pengaturan.

Misalnya pada desain poster seminar, Anda dapat menuliskan nama pembicara sebagai informasi utama pada poster dengan memberikan warna tulisan yang berbeda atau font yang sangat tebal.

Secara mutlak akan menyoroti hierarki untuk menekankan setiap informasi utama dalam sistem, daripada informasi lain yang kurang penting. Contoh lain penerapan metode penekanan berlapis adalah dengan menempatkan pesan utama di atas poster sehingga tertulis dalam desain poster.

Anda juga dapat menggunakan bingkai khusus di sekitar judul. Metode penekanan berlapis ini dapat menyoroti informasi penting dan menarik perhatian siapa pun yang melihat poster Anda. Oleh karena itu, opini masyarakat dapat langsung tertarik pada berita utama yang telah ditandai secara spesifik.

Skala dan Proporsi

Kedua, sistem dasar berdasarkan skala dan proporsi. Contoh penerapan metode ini adalah dengan menempatkan dua elemen dengan bobot yang berlawanan (misalnya, besar dan kecil) pada halaman desain yang sama.

Melalui metode desain yang mengedepankan proporsi dan proporsi ini, Anda dapat menonjolkan informasi utama dengan font yang lebih besar, atau menggunakan lebih banyak ruang desain daripada informasi pendukung lainnya.

Kembali ke contoh desain poster di atas. Ketika Anda menentukan bahwa nama pembicara seminar adalah informasi yang paling penting untuk ditekankan, Anda pasti akan memperbesar ukuran nama pembicara dibandingkan dengan informasi harga tiket seminar yang terdapat pada informasi dukungan poster.

Ini adalah contoh nyata penerapan sistem yang mengedepankan skala dan proporsi. nAnda juga dapat menyoroti informasi penting dengan menggabungkan pilihan warna dalam desain Anda. Tonjolkan elemen terpenting.

Misalkan Anda memberikan warna putih dengan nama, lokasi, waktu, dan harga tiket pembicara seminar. Elemen desain lain memiliki warna berbeda, sehingga bagian desain font putih dapat menonjol.

Kontras

Jenis selanjutnya yang mengedepankan prinsip desain grafis adalah kontras. Metode penekanan menggunakan prinsip kontras sering diadopsi oleh banyak desainer grafis profesional. Ini karena metode kontras sangat mudah diterapkan.

Metode kontras untuk menekankan desain memungkinkan Anda menempatkan dua elemen desain yang saling bertentangan dalam desain bingkai. Bahkan dengan metode kontrasepsi ini, elemen desain yang saling bertentangan dapat tampil serasi dan menciptakan desain yang lengkap dan bagus.

Contoh seperti itu. Misalnya, gunakan warna gelap dan terang atau hitam putih dalam desain poster seminar Anda. Kita semua tahu bahwa warna gelap dan terang adalah dua komponen yang berlawanan.

Namun, penggunaan warna-warna kontras untuk mempertegas desain akan membuat informasi yang terdapat dalam desain poster lebih mudah untuk disampaikan dan ditangkap oleh khalayak.

Anda juga bisa lebih mudah menyusun komposisi desain agar terlihat lebih menarik. Nyatanya, hanya sedikit desainer yang menghindari penggunaan warna senada dalam karya desainnya, karena cara ini membuat desain grafis Anda tidak jelas makna dan maknanya.

Bayangkan desain poster Anda menggunakan warna-warna senada, seperti pink, crimson, pink, dan ungu. Warna-warna senada ini tidak dapat menekankan informasi atau tujuan yang terkandung dalam desain poster.

Belum lagi kemampuannya dalam menangkap pesan yang disampaikan oleh poster, sebagian besar penonton sudah tidak lagi tertarik untuk melihat poster ketika melihat posternya.

Menekankan prinsip desain melalui metode kontras memudahkan Anda memandu audiens ke desain yang dipasang. Warna yang kontras dapat langsung menarik perhatian orang dalam sekejap. Alhasil, informasi yang terkandung dalam desain dapat dikomunikasikan dengan baik.

3. Pengulangan (Repetition)

Sumber : kelasanimasi.com

Prinsip ketiga dari desain grafis adalah pengulangan. Prinsip pengulangan merupakan prinsip desain grafis yang digunakan untuk mempercantik tampilan keseluruhan dari desain grafis itu sendiri.

Sekilas, prinsip pengulangan ini terlihat mirip dengan prinsip penekanan, yang keduanya bertujuan untuk mempercantik tampilan desain grafis kepada penikmatnya.

Bedanya, prinsip pengulangan lebih pada menghubungkan elemen yang berbeda dalam sebuah desain grafis agar terlihat lebih teratur dan konsisten. Ada 3 prinsip pengulangan dalam desain grafis yaitu regular, mengalir, dan progresif atau gradual.

Regular
Prinsip desain grafis yang berulang adalah pola bentuk yang simetris yang berulang. Yang lain mendefinisikan prinsip dari desain grafis pengurangan beraturan sebagai pola berulang berupa elemen dan spasi yang sama. Pola berulang yang teratur ini sering digunakan dalam desain bingkai foto.

Inilah mengapa kita sering melihat bahwa desain kusen terlihat rapi dan memiliki pola keseimbangan yang repetitif atau repetitif.

Flowing (Mengalir)
Pola pengulangan kedua dalam desain grafis adalah pola mengalir atau mengalir. Seperti namanya, pola mengalir atau berulang yang mengalir dirancang untuk menciptakan kesan gambar bergerak yang dinamis dan sempurna.

Contoh praktis penerapan pola aliran atau berulang aliran dapat ditemukan di garis, spiral, kurva dan lingkaran. Bentuk-bentuk ini secara dinamis dapat menggerakkan gambar untuk meninggalkan kesan atau efek visual pada penontonnya.

Progresif (Gradual)
Bentuk akhir dari pola pengulangan adalah pengulangan progresif atau progresif. Pola repetitif progresif atau progresif adalah pola repetitif dalam desain, yang menyertai setiap perubahan bentuk yang terjadi dalam desain.

Hasilnya, pola berulang yang terbentuk secara bertahap membuat karya desain terlihat lebih indah. Menggunakan sistem progresif seolah-olah Anda diundang untuk melihat sebuah desain berkembang dari satu tahap ke tahap lainnya.

4. Ritme (rhythm)

Sumber : slideplayer.info

Selain prinsip pengulangan, ada prinsip yang tidak kalah pentingnya yaitu prinsip ritme. Prinsip ritme pada dasarnya sama dengan prinsip pengulangan. Perbedaannya adalah prinsip ritme tersebut digunakan untuk mengatur pengulangan dan membuat pengulangan lebih teratur. Alhasil, desain yang dibuat dengan prinsip ritme akan lebih memiliki nilai seni.

Beberapa contoh jenis dan ritme yang biasa digunakan oleh desainer profesional adalah ritme linier, ritme bergantian, gradien, atau bentuk yang lebih kompleks.

Irama linier disusun secara paralel sesuai dengan namanya masing-masing; ritme alternatif dibuat secara berkala; ritme bertahap membuat karya desain memiliki efek bertahap khusus saat dibuat.

5. Gerakan (Movement)

Sumber : kelasanimasi.com

Salah satu dari tujuh prinsip desain grafis berikutnya adalah gerakan. Prinsip gerak atau movement merupakan salah satu bentuk elemen kendali dalam sintesis desain grafis.

Tujuan penggunaan komponen gerak ini adalah untuk membuat setiap orang yang melihat karya seni Anda merasa seolah-olah sedang “dibimbing” dari satu elemen artistik ke elemen artistik lainnya.

Dengan cara ini, setiap pesan atau informasi yang ingin Anda sampaikan melalui karya seni desain grafis dapat tersampaikan secara utuh, atau bahkan sesuai dengan tujuannya.

Ini karena setiap penonton menyukai pekerjaan desain grafis Anda secara keseluruhan. Melalui prinsip gerak, setiap orang bisa mendapatkan panduan lengkap untuk memahami setiap detail pekerjaan desain grafis.

Prinsip gerakan ini juga dapat menciptakan “cerita” dan “naratif” tersendiri dari karya desain grafis. Dengan demikian, masyarakat umum dapat lebih mudah menyampaikan dan menangkap informasi dalam karya desain grafis.

Mari kita ambil kembali contoh desain poster untuk seminar yang ingin Anda lakukan sebelumnya. Saat menerapkan prinsip desain gerakan, Anda akan mengedit informasi di poster dengan proses khusus agar mudah dibaca oleh publik.

Misalnya, poster acara seminar Anda harus memuat banyak informasi, seperti nama pembicara, lokasi dan waktu seminar, biaya pendaftaran, serta judul dan topik seminar yang akan diselenggarakan.

Agar masyarakat lebih mudah memahaminya, maka informasi ini disusun dengan cermat, dimulai dari informasi yang paling penting, kemudian ditindaklanjuti dengan informasi pendukung lainnya.

Serangkaian arus informasi didalam desain grafis poster akan dibuat dalam sebuah urutan menurun: dari yang paling penting hingga informasi yang paling tidak penting.

Proses tak terlihat ini nantinya akan memandu visi setiap orang yang membaca poster Anda untuk memahami semua informasi yang terdapat dalam desain grafis. Oleh karena itu, tidak akan ada satu pun detail informasi yang terlewatkan oleh publik.

Prinsip gerak atau movement selalu diterapkan pada karya karya desain grafis yang mengandung banyak informasi, seperti halnya poster, brosur, leaflet, dan baliho, dll.

Karena jika Anda mendesain produk tersebut tanpa memperhatikan prinsip desain grafis yang dinamis, desain Anda akan terlihat sangat berantakan dan membingungkan. Hasilnya adalah publik tidak dapat memahami dengan jelas inti pesan Anda kepada mereka.

Penataan informasi yang rapi dalam desain grafis hanya menyulitkan orang untuk memahami informasi tersebut. Mereka pada akhirnya akan mengabaikan desain selebaran yang telah Anda buat dengan kerja keras.

6. Kesatuan (Unity)

Sumber : njw1969.wordpress.com

Prinsip penting selanjutnya dalam desain grafis yang perlu dipahami dan dipelajari oleh desainer grafis pemula adalah prinsip persatuan (unity). Prinsip unified or unified design dapat dijelaskan sebagai mekanisme untuk menyusun secara akurat berbagai elemen desain pada kerangka desain.

Unity atau asas persatuan memiliki peran penting, agar desain Anda bisa menjadi sebuah karya yang utuh. Selain itu, kesatuan atau prinsip persatuan dapat memberikan dampak keseluruhan yang harmonis pada desain grafis yang Anda hasilkan.

Dengan kata lain, semua elemen dan komponen desain dengan bobot yang berbeda dalam karya desain grafis seolah-olah saling terkait, serasi dan saling melengkapi.

Selain itu, kesatuan prinsip dapat membantu terciptanya karya seni yang koheren dan memperkuat tema yang diusung oleh karya tersebut. Tujuan utama kesatuan dalam karya desain grafis biasanya meliputi konsistensi, kekompakan, kelengkapan dan kesatuan dalam komposisi karya.

Harus dipahami dengan baik bahwa ketika semua elemen dari karya desain visual Anda terkait erat atau menyatu, hal ini akan berdampak positif pada pemikiran audiens yang melihat karya Anda.

Mereka akan menilai karya desain grafis Anda mempunyai komposisi yang rapi, tidak membingungkan, yang lebih terorganisir dan sangat berkualitas. Selain itu, pesan yang terkandung di dalam desain dapat dengan lebih mudah ditangkap serta dicerna oleh pembaca atau audiens.

Ada 4 jenis prinsip dalam unsur kesatuan atau unity, yakni kedekatan, kesinambungan, kesamaan, dan perataan.

Kedekatan (Closure)
Yang pertama adalah prinsip persatuan dalam hal kedekatan. Desain tertutup atau prinsip tertutup dapat membantu Anda membangun hubungan yang kuat antara elemen desain yang serupa dan saling terkait.

Anda tidak perlu repot dengan pengelompokan khusus elemen desain yang terlihat serupa. Cukup menerapkan prinsip kekompakan, lalu Anda bisa menghubungkan elemen desain yang sama sehingga bisa bekerja sama.

Contoh penerapan prinsip proximity adalah dengan menggunakan jenis font, warna, dan ukuran yang serupa untuk menghubungkan setiap elemen desain. Oleh karena itu, desain Anda dapat ditampilkan sebagai unit visual yang lengkap.

Kesinambungan (Continuity)
Berikutnya adalah elemen kontinuitas. Untuk membuat karya desain grafis yang saling berkelanjutan, Anda harus terlebih dahulu mengalihkan perhatian penonton ke bagian tertentu dari desain grafis, lalu mendesain bagian lain.

Oleh karena itu, saat mendesain, Anda tidak hanya akan mengandalkan gambar latar belakang untuk membuat karya seni, lalu menyelaraskan semua elemen lainnya dengan elemen pusat. Metode perancangan ini dinilai kurang efektif, yang akan membuat karya Anda sulit dipahami audiens.

Kesamaan (Similarity)
Unsur persatuan ketiga adalah kesamaan atau kesamaan dari masing-masing unsur. Karya desain grafis dapat memiliki elemen yang serupa atau identik dalam proporsi, bentuk, warna dan aspek lainnya.

Proporsi, warna, dan font yang sama yang digunakan dalam desain dapat menciptakan efek tampilan gambar yang terpadu dan harmonis. Selain itu tampilan desain menjadi lebih enak dipandang.

Tentunya, jika Anda berkesempatan mengamati karya desain grafis profesional, akan mudah mengenali fitur ini. Penerapan kesamaan atau prinsip kesamaan dapat meningkatkan nuansa dan tema yang diusung oleh karya seni desain.

Perataan (Alignment)
Prinsip terakhir kesatuan adalah perataan. Prinsip desain terpadu ini berperan penting dalam menciptakan tampilan visual yang lengkap dan berkaitan erat dengan setiap elemen dalam desain.

Baca juga : Aplikasi Slideshow Gratis MiniTool Movie Maker

7. Ruang (Space)

Sumber : desain.ilmuwebsite.com

Prinsip desain grafis terakhir yang perlu dipahami dan dipelajari oleh desainer grafis pemula adalah prinsip ruang. Prinsip desain grafis semacam ini tidak lain adalah kekosongan dalam karya seni desain.

Apa yang disebut “ruang kosong” mengacu pada jarak dan area tertentu dalam sintesis desain. Ada empat kekosongan dalam karya seni desain grafis

Ruang Negatif (Negative Space)
Ruang negatif adalah ruang kosong dalam desain. Area kosong ini biasanya mengelilingi subjek dalam desain grafis. Oleh karena itu, prinsip desain ruang kosong selalu lebih pasif dibandingkan ruang lainnya. Beberapa juga mendefinisikan ruang negatif dalam desain grafis sebagai tepi ruang positif. Tepi mengelilingi ruang kosong negatif itu sendiri.

Ruang Positif (Positif Space)
Berikutnya adalah ruang positif, kebalikan dari ruang negatif. Ruang positif merupakan area yang menjadi posisi fokus tema utama dalam komposisi desain. Adanya ruang positif ini juga turut membantu dalam membangun desain yang lengkap.

Ruang Tiga Dimensi (3D)
Ruang tiga dimensi merupakan area di mana objek mendapat kedalaman khusus dalam desain grafis, sehingga objek tersebut seolah-olah memiliki volumenya sendiri. Sentuhan yang terlibat bisa dalam bentuk warna terang atau gelap yang bertujuan untuk memperjelas subjek. Misalnya, Anda memberikan warna terang dan gelap untuk menciptakan kesan tema tiga dimensi, sekaligus mempertegas letak tema dalam desain.

Ruang Dua Dimensi (2D)
Jenis ruang terakhir adalah ruang dua dimensi. Bertentangan dengan ruang tiga dimensi, ruang dua dimensi merupakan suatu area khusus, dan objek visual rancangan terlihat sangat datar, tanpa kedalaman khusus seperti ruang kosong tiga dimensi. Oleh karena itu, penonton hanya dapat melihat versi diperpanjang dari tema desain tersebut.